Sayang kesehatan, sayang gigi


Maloklusi gigi atau kelainan kontak pada gigi rahang atas dan bawah yang tidak diperbaiki dengan tetap dan sejak dini akan menyebabkan kelainan pada fungsi-fungsi yang lain. Kerusakan jaringan penunjang gigi seperti gusi menjadi bengkak karena sulit dibersihkan. Posisi gigi yang berjejal misalnya, menyebabkan bakteri berkembang biak didaerah-daerah yang sulit dijangkau dengan sikat gigi. Kondisi lebih berat adalah kerusakan pada sendi temporo mandibula (sendi antara tulang rahang rahang dan tulang wajah) yang bisa menimbulkan sakit kepala yang terus menerus atau masalah pencernaan.

Kelainan oklusi yang tercakup dalam ilmu ortodonti memang umumnya adalah kondisi turunan atau bawaan yang antara lain termasuk gigi berjejal, ruang atau celah antar gigi, kelebihan atau kekurangan gigi, celah bibir dan langit, serta kelainan pada rahang dan muka. Namun, maloklusi juga bisa ditimbulkan oleh kebiasaan buruk atau faktor lain, seperti kebiasaan menghisap jari tangan sejak lecil, kebiasaan menjulurkanlidah, atau kondisi pasca kecelakaan yang melibatkan bagian muka, kehilangan gigi terlalu dini, dan banyak faktor lainnya.
Prof. Dr. Eky Soeria Soemantri, SpOrt, untuk mengatasi maloklusi biasanya melibatkan banyak faktor dan membutuhkan perawatan khusus dengan menggunakan alat-alat ortodontik atau alat cekat (braces) yang harus diaplikasikan oleh doktr gigi spesialis ortodontik. ”Tidak ada batasan umur dalam pemakaian alat cekat ini,” ujarnya. Pemakaian alat cekat pada anak dan remaja umumnya  untuk memperbaiki penampilan/estetis. Sebaliknya, orang dewasa memakai alat cekat lebih untuk memperbaiki fungsi pengunyahan.
Sebelum pemasangan alat cekat akan dilakukan pemeriksaan keadaan kesehatan gigi dan mulut terlebih dahulu. Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan secara klinis, pencetakan model gigi, pengambilan x-ray panoramik untuk melihat keadaan gigi dan cephalometry untuk melihat kelainan tengkorak. Setelah itu dilakukan pembersihan karang gigi, perbaikan gigi yang berlubang karena karies. Seringkali diperlukan pencabutan gigi untuk menyediakan ruangan seagai persiapan awal pemasangan cekat.
Eky, dalam sosialisasi acara 3rd Bali Orthodontic Conference and Exhibition sekaligus Kongres Nasional Ikatan Orthodontis Indonesia (Ikorti)  ke-7 yang akan diadakan19-21 Juni 2008 nanti, mengakui mahalnya alat cekat yang kerap digunakan dalam aplikasi ilmu ortodonti. Teknologi pembuatan braces mahal, katanya, karena Indonesia belum dapat membuat campuran logam yang dibutuhkan. Selain itu diperlukan pembuatan master braces, karena derajat angulasi setiap gigi yang berbeda.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s