Buah Pemikiran


Mulai hari ini saya menantang diri sendiri untuk menulis One Day One Post for 99 days. Tantangan terberat adalah memelihara konsistensi dan komitmennya. Saya tertarik dengan tantangan ini karena saya ingin membuktikan apakah benar menulis adalah sesuatu yang saya senangi dan apakah dalam waktu 99 hari saya senang menjalani rutinitas ini dan dapat memberi dampak positif.

Saya jadi ingat bahwa sifat manusia itu dibentuk oleh nature dan nurture. Nature pada umumnya sulit sekali diubah karena merupakan sifat bawaan sejak lahir. Nah, nurture adalah pengaruh lingkungan dan saya meyakini bahwa aktivitas yang sering diulang akan menjadi suatu kebiasaan. Dengan demikian  One Day One Post for 99 days ini spesial karena artinya saya akan mengulang aktivitas menulis sebanyak 99 kali tanpa terputus dengan iming-iming hadiah utamanya adalah kebiasaan.

Hari ini adalah hari pertama ODOP dimulai (ODOP adalah akronim dari One Day One Post) sekaligus hari kerja pertama di tahun 2016. Tahun baru dan harapan baru. Salah satu harapan di tahun 2016 yaitu semoga persepsi saya tentang suatu hal menjadi berimbang, antara persepsi negatif dan positif. Artinya jika suatu waktu saya memerlukan persepsi negatif, maka saya harus berani mengekspresikannya. And vice versa, jika suatu waktu saya harus berpersepsi positif, maka saya pun harus berani mengekspresikannya. Saya yakin persepsi bisa dikendalikan oleh masih-masing jiwa. Tergantung sejauh mana pengalamannya, pengetahuannya dan kemauan berpikirnya. Mengubah persepsi adalah salah satu upaya untuk perubahan.

Menurut KBBI online persepsi adalah 1) tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu; serapan; 2) proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancaindranya. Sedikit cerita, pada pergantian tahun masehi kemarin persepsi saya sempat stuck pada bilangan hari, bukan tahun. Yang artinya secara fisik hari ini dan hari kemarin tidak lah berbeda, tetap 24 jam, usia tetap berkurang hari demi hari. Sampai-sampai saya heran dengan orang-orang yang menyambut pergantian tahun masehi dengan spesial pada jam 12 malam, yang notabene hanya pergantian hari sama seperti hari-hari sebelumnya (menurut saya pada saat itu). Sekali lagi, ini tentang persepsi. Mungkin bila persepsi saya ada pada bilangan tahun, saya pun akan melakukan hal yang demikian.

…….

 ***

Tidak terasa nampaknya melalui tulisan ini  saya dapat menyusun visi misi 2016 yang sebelumnya tidak terpikirkan. Rasanya sulit untuk menyanggah bahwa saya telah mendapatkan “sesuatu” sejak pagi tadi saya mulai menyusun kata-kata. Sekarang saya dapat menyimpulkan bahwa One Day One Post for 99 Days adalah sarana menuju kebiasaan untuk mengubah persepsi saya menjadi seimbang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s