Buku Diari yang Tersirat


”Most people have a favorite song because they associate it with an emotional event in their lives”

Yes, I do. Saya punya beberapa musik favorit yang mengingatkan saya akan suatu kejadian yang membekas di hati. Pada dasarnya saya tidak ingat detail kejadian waktu demi waktu tetapi saya bisa membayangkan kembali seolah-olah saya berada di masa itu.

Salah satu musik yang menjadi favorit saya adalah musik milik grup band Mocca. Pertama kali saya kenal grup band Mocca adalah pada saat saya kuliah. Awalnya saya tidak begitu tertarik, tetapi begitu kecengan saya suka grup musik ini saya langsung men-download beberapa albumnya haha.

Sayangnya kenangan yang terekam ketika saya mendengarkan musik ini bukanlah kenangan mengenai kecengan saya itu, tetapi saya lebih mengingat kenangan tentang masa-masa dimana saya sedang menyusun tugas akhir sarjana. Kenapa? Karena di saat saya sedang mengetik skripsi, music player di laptop juga menyala dan semua lagu Mocca yang saya miliki terdengar.

Saya bisa mengerjakan skripsi di rumah, di laboratorium, di tempat makan atau bahkan di perpustakaan. Sebagian besar saya ditemani oleh lagu-lagu tersebut. Saya enggan mengganti lagu tersebut dengan daftar playlist lain karena musiknya pun enak didengar. Tidak terlalu keras dan lembut. Ada instrumen seperti terompet dan komposisi lagunya sangat menarik. Lirik lagunya pun tidak terlalu panjang dan easy listening.

Saat ini hampir 5 tahun berlalu sejak saya menyelesaikan skripsi. Laptop yang berisi lagu-lagu Mocca sudah tergantikan dengan laptop yang baru. Laptop tersebut tidak dijual dan masih dapat digunakan, tetapi laptop baru lah yang lebih sering saya gunakan akhir-akhir ini. Terkadang dengan sengaja saya membuka laptop lama hanya untuk mendengarkan playlist lagu Mocca yang tersimpan disana. Saya pernah memindahkan lagu tersebut ke perangkat lain, misal hand phone agar dapat lebih sering didengarkan, tetapi saya merasakan sensasi yang berbeda apabila saya mendengarkannya bukan dari laptop yang pertama. Nampaknya ada keterkaitan antara apa yang saya dengar, apa yang saya lihat dan apa yang saya sentuh. Ini suatu hal yang menarik bagi saya. Membuka laptop lama dan memutar music player di laptop pertama rasanya seolah-olah membuka buku diari yang tersirat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s