Bahagia Itu Menular

Saya baru membaca artikel menarik yang berjudul Happiness is contagious. Katanya kebahagiaan itu menular! Bahkan lebih menular daripada kesedihan. Penelitian menunjukkan bahwa pesona kebahagiaan dapat menyebar secara viral di dalam jaringan sosial. Ini berarti bahwa kita dapat menjadi penyebab kebahagiaan untuk orang yang belum pernah kita temui.

Para peneliti menemukan hubungan statistikal bukan hanya antara kebahagiaan seseorang dan kebahagaan temannya, tetapi antara kebahagiaan seseorang dengan kebahagiaan temannya temannya teman (ini bukan typo kebanyakan nulis “temannya” lho..).

Mereka berkesimpulan:

  • melakukan kontak langsung dengan orang yang sedang bahagia akan meningkatkan kemungkinan orang kedua menjadi bahagia juga sebesar 15%
  • melakukan kontak dengan orang kedua yang telah mendapatkan pengaruh kebahagiaan dari orang pertama akan meningkatkan kemungkinan orang ketiga menjadi bahagia juga sebesar 10%
  • melakukan kontak dengan orang ketiga yang telah mendapatkan pengaruh kebahagiaan dari orang kedua (atau temannya temannya teman :D) akan meningkatkan kemungkinan kebahagiaan orang keempat juga sebesar 6%

Sayangnya tebar pesona kebahagiaan yang dilakukan oleh orang keempat tidak akan berpengaruh terhadap kebahagiaan orang kelima. Penelitian ini cukup kuat kebenarannya, katanya. Ini berarti apabila kita sedang bad mood berarti kita telah kehilangan kesempatan membahagiakan bukan hanya kepada orang yang kontak dengan kita secara langsung, tetapi juga membahagiakan temannya temannya mereka. Dan para peneliti juga berpesan bahwa “the findings do not mean you should avoid unhappy people, but that you should make an effort whenever you can to spread happiness.”

Sumber: http://www.webmd.com/balance/news/20081204/happiness-is-contagious.

 

Advertisements