Ketika…

Ketika peran menjadi human doing telah dilaksanakan…. lalu yang tersisa adalah peran menjadi human being; tawakal, sabar, dan ikhlas.

“Wahai Allah, bahwasanya aku mohon pilihan oleh-Mu dengan ilmu-Mu, dan mohon kepastian-Mu dengan kekuasaan-Mu, serta mohon kepada-Mu dari anugerah-Mu Yang Maha Agung, karena Engkaulah Dzat yang berkuasa, sedang aku tiada kuasa, dan Engkaulah Dzat Yang Maha Mengetahui, sedang aku tiada mengetahui, dan Engkaulah Dzat yang mengetahui yang ghoib. Wahai Allah, jika adanya, Engkau ketahui bahwa urusan ini adalah baik bagiku, untuk duniaku, akhiratku, penghidupanku, dan akibat urusanku untuk masa sekarang maupun besoknya, maka kuasakanlah bagiku dan permudahkanlah untukku, kemudian berkahilah dalam urusan itu bagiku. Namun jikalau adanya, Engkau ketahui bahwa urusan itu menjadi buruk bagiku, untuk duniaku, akhiratku, penghidupanku, dan akibatnya persoalanku pada masa sekarang maupun besoknya, maka hindarkanlah aku dari padanya, lalu tetapkanlah bagiku kepada kebaikan, bagaimanapun adanya kemudian ridhoilah aku dengan kebaikan itu.”

-Doa Istikharah-

Advertisements

Engagement

Alhamdulillahirrobbil’alamiin akhirnya target di tahun kedua puluh lima saya Insya Allah akan terwujud. Prioritas, tidak perlu penjelasan panjang lebar ketika ditanya, kenapa kamu ingin menikah? Sama seperti saya bertanya kepada teman yang melanjutkan S2, kenapa kamu ingin melanjutkan S2 di luar negeri? Banyak kemungkinan jawaban, namun pasti akan ada yang menjawab, “Bisa melanjutkan S2 di luar negeri adalah cita-cita saya tahun ini”. Kalau saya lanjutkan, kenapa cita-citanya melanjutkan sekolah, bukan menikah? Pasti akan ada yang menjawab pula, “Belum mau, menikah nanti, 2 tahun lagi”. Ya, teman saya punya urutan prioritas cita-cita, yaitu tahun ini S2, tahun depan mengelilingi Eropa, dan 2 tahun lagi menikah. Banzai! Saya tersenyum. Kemudian saya dapat menggambarkan apa yang sedang saya lakukan bahwa saya juga sedang mengejar cita-cita sesuai prioritas saya.

***

Ini mengenai prioritas, ini mengenai rencana hidup. Saya punya rencana, mereka punya rencana namun rencana-Nya lah yang akan terjadi. Tetaplah menginjak bumi dan Let God surprises you! ♥

Melankolis

Semoga aku tidak memandang baik apa yang ku kerjakan (padahal buruk). Yang Mulia, wahai yang kekayaannya tidak pernah berkurang, kewajibanku adalah menerima apa yang menjadi hak Yang Mulia. Yang Mulia adalah Yang Kuasa. Yang Mulia tahu kami malas berfikir, sehingga Yang Mulia meminta kami untuk berfikir.

Semoga aku tidak gede rasa. Terima kasih telah mengangkat kami wahai Yang Mulia, walaupun sepertinya keterbukaan itu masih berupa celah. Jaminan Yang Mulia, bahwa kami tidak akan ditinggalkan dan tidak pula dibenci, syaratnya kami harus teruji. Aku tiada memiliki daya dan upaya melainkan karena pertolongan Yang Mulia.