Persalinan Aluna

Saya akan bercerita tentang persalinan anak pertama dari kehamilan kedua saya. Alhamdulillah anak pertama saya adalah seorang perempuan cantik yang kelak mampu menjalani hidup ini dengan baik (InsyaAllah). Oleh karena itu, nama yang saya berikan adalah sebuah doa untuknya, doa untuk kebahagiaan dunia dan akhiratnya.

Aluna, itulah nama depan putri pertama saya.

Persalinan Aluna bisa dibilang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Yang pasti bahwa persalinan spontan telah diupayakan semaksimal mungkin, namun qadarullah, jalan operasi adalah langkah terbaik dan terakhir yang dilakukan.

***

Hari perkiraan lahir telah terlewati namun kontraksi belum juga muncul. Dokter memutuskan akan melakukan induksi persalinan untuk memunculkan kontraksi tersebut. Pada kontrol terakhir itu saya diberi rujukan untuk memesan kamar rawat inap, bila kamar tersedia, malam itu saya langsung diberi tindakan. Namun saya meminta izin kepada dokter untuk mengulur tindakan induksi hingga esok hari dengan alasan menunggu suami pulang. Padahal alasan sebenarnya adalah saya masih ingin memunculkan kontraksi itu secara alami dengan melakukan jalan kaki di sisa hari. Kebetulan pada saat itu saya hanya ditemani ibu sedangkan suami masih bekerja di luar kota.

Saya jalan kaki sampai menjelang malam. Kontraksi masih belum juga muncul. Bahkan keesokan harinya saya menari-nari dan melakukan gerakan apa pun untuk memicunya. Kontraksi masih belum juga muncul.

Saat suami telah pulang, saya bertanya, apakah masih mau menunggu kontraksi sampai maksimal seminggu ke depan atau induksi saja? Suami bilang, “Sudah nurut saja apa kata dokter”. Ya sudah, akhirnya sore hari kami langsung check-in rumah sakit.

Katanya persalinan yang diinduksi itu sakitnya lebih parah. Belum lagi resiko bayi akan stress karena dipaksa keluar. Ibu saja sakit, apalagi bayinya yang lebih sensitif daripada ibunya.

Hmm.. keputusan telah diambil. Malam itu saya dijelaskan induksi yang akan dilakukan. Pertama induksi menggunakan balon kateter. Cara kerjanya adalah balon dimasukkan ke dalam vagina, lalu balon tersebut diisi dengan air. Balon akan membantu mulut rahim untuk membuka sehingga memicu yang namanya bukaan. Kalau sukses, biasanya akan sampai bukaan ke-5 atau 6. Namun bila gagal di tengah jalan, balon akan terlepas sendiri dari tempatnya. Lama kerja balon kateter ini adalah 4-6 jam. Apabila setelah dipasang balon kateter ini kontraksi telah muncul dan kekuatannya bagus, maka persalinan dan bukaan selanjutnya akan ditunggu tanpa induksi apa-apa. Namun apabila hasilnya belum memuaskan maka induksi akan dilanjutkan dengan langkah kedua, yaitu induksi menggunakan oksitosin melalui intravena (infus).

Sesaat setelah dipasang balon kateter, kontraksi itu muncul dan saya baru merasakan yang namanya mules sebelum melahirkan. Sebelumnya saya bingung jawab apa kalau ditanya, gimana udah mules belum? Akhirnya saat itu saya berucap.. oh gini toh yang namanya mules. Rasanya? Subhanallah. Memang sakit sekali mulesnya. Saya kira bukaannya sudah besar. Ketika dicek hanya sampai bukaan 4 dan balon kateter terlepas.

Sudah pasti induksi kedua harus dilakukan. Singkat cerita saya dipasang infus berisi oksitosin. Labu pertama, saya masih bisa ketawa-ketawa. Ditanya mules tidak, Bu? saya bilang sedikit. Masih lebih sakit waktu saya dipasang balon kateter. Sampai labu pertama habis saya dicek bukaan. Wah masih bukaan 4 Bu. Yo wis, mau tidak mau labu kedua dipasang, dosis oksitosin lebih tinggi. Saya khawatir ini akan menghasilkan mules yang luar biasa. Setelah jam demi jam mules itu muncul, bahkan lebih intens. Lima menit sekali, meningkat menjadi tiga menit sekali, lalu dua menit sekali. Setiap mules itu muncul saya menyenggol tangan suami saya. “Sakit?”, tanya dia dan saya hanya menganggukkan kepala.

Sudah hampir hari kedua di rumah sakit. Labu kedua pun habis. Saya dicek bukaan. Dan you know… bukaan masih sama! What?! Saya disuruh menunggu keputusan dokter. Akhirnya hanya menunggu beberapa menit, suster bilang bahwa dokter memutuskan untuk melakukan operasi caesar. Saya disuruh puasa malam itu juga. Keputusan untuk SC itu sekitar jam 11 malam dan saya tidak bisa tidur sampai jam 3 pagi.

Jam 8 pagi saya melakukan persiapan SC. Kateter urine dipasang, dan itu sakit. Sebelum masuk ruang operasi saya menangis. Sebenarnya bukan menangis karena akhirnya SC, tapi saya menangis karena kateter itu. Rasanya… huah.. linu, iya, sakit, iya. Sampai dipindahkan ke ruang operasi pun saya masih kelihatan menangis. Saya melewati ruang tunggu dan melihat orang tua khawatir. Mungkin mereka pikir saya sedih atau takut dioperasi. Tidak Bu, Pak. Saya menangis karena kateter itu. Hiks.

Kurang lebih jam 9.30 operasi dimulai. Ruang operasi dingin sekali, saya sampai menggigil. Saya dibius setengah badan, disuntik di bagian tulang belakang. Saya pikir akan sakit sekali, ternyata tidak. Operasi pun dimulai. Saya masih bisa menengar percakapan para caregiver. Bahkan dokter anestesi yang sejak awal membuat saya sangat rileks berucap, “Tuh perutnya lagi dibelek”.

Ketika bayi akan dikeluarkan, para caregiver itu memerlukan sedikit usaha sehingga saya merasa agak sesak. Tidak lama tangisan bayi pecah. Saya mengucap hamdallah dan sangat penasaran apakah bayinya sehat dan sempurna. Orang-orang hanya bilang bayinya besar dan perempuan, tapi apakah sehat?

Operasi pun selesai. Saya diobservasi dulu selama kurang lebih sejam. Bayi saya pun sama. Saya belum melihat bayi saya. Orang pertama yang melihat bayi saya adalah pak suami, karena sekaligus dia yang mengazani.

Akhirnya saya keluar dari kamar operasi. Saya melihat suami saya tersenyum. Dan bilang dedenya sehat dan sempurna. Alhamdulillah. Saya bersyukur dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Yang saya inginkan pada saat itu hanylah melihat bayi saya dan mendekapnya.

***

Saya bukan penulis handal. Kata-kata yang saya tulis ini belum mampu melukiskan kejadian persalian Aluna yang sebenarnya lebih penuh rasa. Maha Besar Allah atas penciptaan-Nya. Maha luas rezeki-Nya. Maha Bijaksana atas keputusan-Nya. Mohon doaya semoga Aluna menjadi puteri yang shalehah dan kami bisa menjadi orang tua yang shaleh pula. Semoga yang sedang hamil dimudahkan persalinannya dan yang belum hamil dibukakan jalannya. Alhamdulillah..

Advertisements

Pemulihan Pasca Keguguran/ Kuret

Keguguran di awal kehamilan ternyata bukanlah sesuatu yang langka bagi seorang wanita. Berdasarkan beberapa informasi yang saya baca, satu dari lima orang wanita akan mengalami keguguran di masa kehamilannya. Dengan kata lain peluang terjadinya keguguran bagi setiap wanita adalah 20%, dan 80% diantaranya terjadi di awal kehamilan. Tidak diketahui secara pasti penyebab terjadinya keguguran di awal kehamilan, namun kemungkinan terbesar adalah terjadinya misscombination chromosom yang menyebabkan janin tidak berkembang. Mengapa bisa terjadi? ada banyak faktor. Mulai dari ketidakstabilan hormonal, gaya hidup, virus, atau paparan radiasi dan bahan berbahaya.

Saya termasuk 20% kelompok wanita yang mengalami keguguran di awal kehamilan. Bercak darah muncul seminggu sebelum kontrol kedua dengan usia janin sekitar 9 minggu dan akhirnya kondisi saya berakhir dengan tindakan kuretase yang telah saya ceritakan di sini. Minggu keempat setelah kuretase adalah waktunya saya kontrol. Alhamdulillah, dokter menginfokan rahim saya sudah bersih, artinya tidak ada sisa jaringan kuretase yang tertinggal. Namun rahim saya perlu “diistirahatkan” dulu sampai 2 kali siklus menstruasi. Terakhir, saya diberi vitamin prenatal vitamin E dan asam folat + DHA untuk dikonsumsi apabila saya telah  mengalami 2 kali siklus menstruasi. Siklus menstruasi pertama berjalan dengan lancar, alhamdulillah. Di siklus kedua, saya mengalami keterlambatan hampir seminggu lebih. Saya khawatir, di-test pack beberapa kali hasilnya negatif tetapi kok tidak menstruasi juga.. Sampai saya berpikir, pantas saja dokter tidak mengatakan rahim “diistirahatkan” dalam hitungan bulan karena bisa saja waktu mestruasi setelah kuretase menjadi acak-acakan. Dan ternyata benar, setelah saya searching di internet, ketidakstabilan hormonal masih terjadi sesaat setelah mengalami kuretase. Jadi jangan khawatir ya moms!

Menurut artikel yang saya baca, sebenarnya tidak ada jeda berapa lama mommy bisa hamil lagi setelah kuretase, yang pasti selama mommy dan partner telah siap maka tidak ada halangan untuk langsung hamil kembali. Tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa kesiapan itu bukanlah fisik semata, tetapi faktor lain seperti mental dan perasaan.

Dari pengalaman yang telah saya lalui (walaupun singkat) saya ingin sedikit berbagi beberapa hal kepada moms-to-be untuk tetap ceria dan siap apabila telah/ belum mengalami keguguran.

  1. Berdoa untuk segala kondisi, ya mommy.
  2. Tidak usah khawatir mommy, keguguran di awal kehamilan bukanlah masalah yang besar because you’re not alone. Lebih jauh lagi apabila mommy terbesit rasa bersalah, “apa saya tidak menjaganya dengan baik ya”, no! tentu saja bukan.
  3. Prenatal preparation? Why not! Bahkan beberapa orang yang saya kenal sudah mempersiapkan baik mental dan fisiknya sejak beberapa bulan sebelum pernikahan. Persiapan bisa dilakukan melalui olahraga teratur, makan makanan bergizi, menjauhi junk food, pengawet dan MSG, membaca artikel-artikel mengenai kehamilan, minum susu prenatal, atau konsultasi ke dokter.
  4. Ajak partner melakukan prenatal preparation juga. Mungkin waktu memulainya tidak perlu bersamaan namun ajak lah untuk membangun benteng bersama-sama. Yang bertanggung jawab atas kesehatan janin bukanlah mommy saja, tetapi partner juga, logis bukan?
  5. Pastikan kondisi badan sedang fit ketika sedang bertemu partner, tidak stress dan selalu berbahagia.

Dan masih banyak lagi saran-saran lain yang tidak tertulis di blog ini. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi mommy semua. Mommy harus tetap semangat dan mengontrol emosi agar semua aktivitas berjalan dengan lancar. Menurut dokter SpOG saya, tidak ada penanganan khusus terkait medis pasca keguguran pertama, pun saat kedua kalinya terulang. Nah, jika keguguran ketiga terjadi berturut-turut, ini lah yang perlu ditindaklanjuti dengan konsultasi dan penanganan lebih lanjut oleh dokter. Semoga sehat selalu ya moms 🙂

Bahagia Itu Menular

Saya baru membaca artikel menarik yang berjudul Happiness is contagious. Katanya kebahagiaan itu menular! Bahkan lebih menular daripada kesedihan. Penelitian menunjukkan bahwa pesona kebahagiaan dapat menyebar secara viral di dalam jaringan sosial. Ini berarti bahwa kita dapat menjadi penyebab kebahagiaan untuk orang yang belum pernah kita temui.

Para peneliti menemukan hubungan statistikal bukan hanya antara kebahagiaan seseorang dan kebahagaan temannya, tetapi antara kebahagiaan seseorang dengan kebahagiaan temannya temannya teman (ini bukan typo kebanyakan nulis “temannya” lho..).

Mereka berkesimpulan:

  • melakukan kontak langsung dengan orang yang sedang bahagia akan meningkatkan kemungkinan orang kedua menjadi bahagia juga sebesar 15%
  • melakukan kontak dengan orang kedua yang telah mendapatkan pengaruh kebahagiaan dari orang pertama akan meningkatkan kemungkinan orang ketiga menjadi bahagia juga sebesar 10%
  • melakukan kontak dengan orang ketiga yang telah mendapatkan pengaruh kebahagiaan dari orang kedua (atau temannya temannya teman :D) akan meningkatkan kemungkinan kebahagiaan orang keempat juga sebesar 6%

Sayangnya tebar pesona kebahagiaan yang dilakukan oleh orang keempat tidak akan berpengaruh terhadap kebahagiaan orang kelima. Penelitian ini cukup kuat kebenarannya, katanya. Ini berarti apabila kita sedang bad mood berarti kita telah kehilangan kesempatan membahagiakan bukan hanya kepada orang yang kontak dengan kita secara langsung, tetapi juga membahagiakan temannya temannya mereka. Dan para peneliti juga berpesan bahwa “the findings do not mean you should avoid unhappy people, but that you should make an effort whenever you can to spread happiness.”

Sumber: http://www.webmd.com/balance/news/20081204/happiness-is-contagious.

 

Konsultasi Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Jeffry

SMS diterima…. (lagu owl city-Fireflies)

Jeffry: “Tata laksana atau penanganan DBD yang dilakukan di sana (rumah sakit.red) gimana ya? Kalau terapi farmolnya gimana? pake quersitrin atau gimana? hehe.. Just my curiosity

Well..your curiosity is so educative, Jef. Firstly, in my opinion I asked my self, “Masa sih Jeffry gak tau?” but then I know you have a comment to replay me. I know the answer by practice and you have known it by the perfect theory. Theory without practice is difficult, in the other case practice without theory is more difficult. Finally, combination between theory and practice make ‘your curiosity’ perfect, Jef. I really appreciate you.

Baiklah.. percakapan dilanjutkan:

Saya: “Penanganan di sini (rumah sakit *peeep*) langsung diinjek analgesik terus dilanjut infus. Obatnya yang dikasih vomitas, paracetamol, omeprazol, suplemen. Sudah tiga hari trombositnya terus turun. Katanya disuruh bedrest total, gak ada pantangan makanan kecuali yang asam-asam”

Jeffry: “Ooh memang, salah satu manifestasi klinik DB itu trombositopenia, selain nyeri terutama pada sendi dan otot. Trombosit bisa turun <100rb mm3, padahal normalnya 150rb-400rb mm3 makanya cenderung dapat mengalami perdarahan di bawah kulit, selaput hidung dan mukosa lambung (so dikasih omeprazol dan pantang makan makanan yang terlalu asam). Tetapi tenang aja, asal gejalanya bisa diatasi, nanti sistem imun tubuh juga bisa mengeliminasi virus dengue dan trombosit bisa normal lagi”

Saya: “Oh gitu ya, virus memang dilawannya oleh sistem imun tubuh kan, gak ada obat yang bisa mengobati karena nanti bisa sembuh sendiri asal daya tahan tubuh kita baik. Iya tho?”

SMS dikirim… (Delivery report: delivered)

Saya lalu mengucapkan terima kasih atas informasi yang telah diceritakan oleh teman saya itu. Saya jadi tahu kenapa orang yang sakit DBD diberi omeprazol.

Tiba-tiba ada balasan SMS lagi…

Jeffry: “Oia, aku juga pernah baca kalau virus dengue itu ada 4 serotipe. Kabar buruknya, antibodi yang dihasilkan tubuh kita spesifik terhadap masing-masing tipe, tidak bisa silang. Jadi maksimal seseorang bisa terkena DB sebanyak 4 kali seumur hidup. Kabar baiknya, di daerah tropis, seperti Indonesia, hanya serotipe 3 yang berjangkit. Diduga quersitrin (golongan flavonoid) bisa sebagai antivirus dengue karena bisa menghambat enzim reverse transcriptase (ada di virus RNA, virus dengue termasuk virus RNA) dan bisa meningkatkan trombosit. Tapi tampaknya belum digunakan untuk pengobatan konvensional”

Saya: “Ooh.. mungkin nanti flavonoidnya tambahan dari makanan yang dimakan. Once more, thanks a lot yaa =)”

SMS dikirim…

 

Sakit Gigi, Ayo Periksa ke Dokter!

Biasanya saya ke dokter gigi buat kontrol kawat gigi, ganti karetnya, dipakemkan lagi ikatannya tapi kemarin ada tambahan request buat pak dokter, yaitu saya minta gigi bolong saya ditambal. Sudah hampir seminggu saya sakit gigi dan selama itu saya cuma mengobatinya dengan asam mefenamat (analgesik) tapi ternyata sakit gigi ini gak sembuh-sembuh malahan semakin kumat tiap malam hari. Karena takut mengganggu lambung kalau makan analgesik sering-sering akhirnya selain mengontrol kawat, saya tambahin keluhan saya itu.

Dokter langsung komentar, kalo tiap malam suka sakit gak, snut-snutan, terus sampai gak bisa tidur, saya mengiyakan dan beliau berkata ini sakitnya udah sampai syaraf dan gak bisa langsung ditambal jadi harus diobatin dulu. Antara bersyukur dan sedih saya mengiyakan. Senang karena tidak perlu dicabut dan sedih karena pada saat diperiksa gigi saya juga lagi snut-snutan.

Jadi rasa sakit dan pengobatan selama sakit gigi tergantung juga lokasi dan sejauh mana lubang yang ada di gigi itu. Kalau kita ingat, gigi itu secara umum terdiri dari tiga lapisa: email, dentin, lalu syaraf (pada gambar dimulai dari ruang pulpa). Kalau lubang masih berda di lapisan email atau dentin, gigi bisa langsung ditambal dan sakitnya gak akan terlalu parah. Tapi kalau didiamkan saja kerusakan itu bisa sampai syarafnya dan sakitnya luar biasa.

Akhirnya kalau pada pengobatan sakit gigi yang sudah sampai syaraf langkah-langkahnya:

  • diberi obat dulu untuk mematikan syaraf
  • syaraf yang mati dibuang
  • diobati lagi supaya tidak jadi gigi busuk
  • lubangnya diisi dengan pasta

Makanya butuh beberapa kali datang ke dokter untuk masalah ini.

Kemudian saya bertanya kepada dokter kenapa kalau sakit gigi kambuhnya sering malam-malam. Ternyata itu menyangkut pembuluh darah yang melewati syaraf yang sakit itu.

Kalau malam dipengaruhi oleh suhu yang dingin, seperti kita tahu tubuh mempunyai termoregulator alami di sistem syaraf pusat sehingga apabila udara di luar tubuh lebih dingin pembuluh darah akan melebar (vasodilatasi) untuk melepaskan panas dan darah akan mengalir cepat dan lancar, salah satunya menuju syaraf gigi itu. Selain itu pada malam hari posisi tubuh kita dipersiapkan untuk tidur dan cenderung kita tidur, posisi tubuh rata dari atas sampai bawah dan darah dapat mengalir dengan lancar. Hal ini pula yang menyebabkan syaraf yang sakit teraliri darah dengan baik.

Oleh karena itu sebelum sakit gigimu bertambah parah, ayo periksakan ke dokter. Sakit gigi gak lebih baik dari sakit hato kok 🙂

Maskeran yuk!

Manfaat Peeling:
* membantu penipisan sel-sel kulit mati
* membantu merangsang pertumbuhan sel-sel kulit yang baru
* menghaluskan kulit yang kasar bekas jerawat
* menjadikan kulit halus, bersih dan bercahaya

Masker Wajah Susu
* memutihkan dan mencerahkan kulit wajah
* mencegah kulit keriput
* menghilangkan bekas jerawat dan flek-flek hitam

Masker Wajah Strawberry
* membuat kulit wajah menjadi cerah dan segar
* meremajakan kulit wajah
* membuat kulit wajah cerah merona alami

Masker Wajah Bengkoang
* mendinginkan kulit wajah
* memudarkan noda-noda hitam diwajah
* memberikan rasa kencang pada kulit wajah
* menjadikan kulit wajah halus dan tampak putih berseri

Masker Wajah Kopi
* mengangkat sel-sel kulit mati pada wajah
* membuat kulit wajah bercahaya
* menghaluskan kulit wajah
* merawat kulit yang berjerawat meradang

Masker Wajah Coklat
* menjaga kelembaban kulit wajah
* menghaluskan kulit wajah
* menenangkan dan merilekskan pikiran

Masker Wajah Lavender
* menyehatkan dan menghaluskan kulit wajah
* memberi nutrisi pada kulit wajah
* dapat mengatasi jerawat
* menenangkan pikiran

Masker Wajah Rumput laut
* menghilangkan flek-flek di kulit wajah
* memberi nutrisi pada kulit wajah
* memutihkan dan menghaluskan kulit wajah
* mencegah jerawat
* menjadikan kulit wajah bercahaya

Masker Wajah Green Tea
* memberi nutrisi pada kulit wajah
* membantu regenerasi kulit wajah
* mencegah keriput
* menyembuhkan jerawat

Masker Wajah Pemutih
* memutihkan kulit wajah
* mencerahkan kulit wajah
* membantu menghilangkan noda-noda di wajah
* menghaluskan kulit wajah

Masker Wajah Buah
* membantu memutihkan kulit
* melemaskan kulit yang kaku
* membuat warna kulit lebih bercahaya
* menghilangkan bekas luka dan mencegah kulit keriput

 

Sumber: http://pasariklanbaris.com/masker-wajah-melati-bengkoang-strawberry-coklat-susu-kopi-lumpur-rumput-laut-pemutih-kuning-green-tea.html Continue reading