Bersyukur Memiliki Mimpi

Mimpi adalah bahan bakar penggerak akal, panca indra, naluri, dan seluruh anggota badan manusia yang diamanahi oleh Allah SWT. Manusia menjadi semakin keras berpikir bagaimana caranya meraih mimpi tersebut, apa yang bisa dilakukan oleh mata dan telinga? Apa yang bisa dilakukan oleh tangan dan kaki? Apa yang bisa dilakukan oleh hati?

Mimpi adalah motivasi untuk memanfaatkan hari ini dengan sebaik-baiknya dan optimis menyambut hari esok. Semakin bertambahnya hari, mimpi akan semakin dekat karena waktu mendekatkan manusia kepada deadline mimpinya. Mimpi dan deadline adalah kombinasi hebat untuk membuat manusia menjadi berusaha sesuai dengan kemampuannya.

Mimpi adalah persiapan menuju ketidakpastian tingkat tinggi karena segala daya upaya pasti banyak yang dikorbankan, tetapi pilihan tetap hanya ada dua, yaitu gagal atau berhasil. Siapa yang tau mimpi akan berhasil bukanlah sang pemimpi, pun yang menentukan berhasil atau tidak bukanlah manusia.

Mimpi adalah proses transformasi menuju pribadi yang berbeda. Bisa menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk. Setelah ketidakpastian menjadi sesuatu yang pasti, manusia akan berpikir langkah selanjutnya. Mimpi berhasil, manusia akan berpikir. Mimpi gagal, manusia pun akan berpikir atau bahkan tidak berpikir sama sekali karena putus asa mimpi tidak teraih. Yang jelas pada titik ini manusia telah berubah karena telah melalui pandangan dan pengalaman baru.

Menjalani hari dengan memiliki mimpi tidak lah sama dengan menjalani hari dengan tidak memiliki mimpi. Mimpi mengharuskan manusia memiliki nilai dan komitmen untuk menjaganya. Nilai dan komitmen ini yang membuat manusia menjadi lebih terjaga dalam laku sehari-hari.

 

Euforia

Euforia. Menurut pengertian Kamus Besar Bahasa Indonesia euforia adalah sebuah kata benda yang berarti nyaman atau perasaan gembira yang berlebihan. Sudah gembira, berlebihan pula gembiranya. Berkali-kali lipat gembiranya, satu perasaan gembira saja bisa mempertahankan suasana hati tetap bagus dan positif untuk seharian. Lalu ini, euforia, terbayang kan jika berlebihan perasaan gembiranya? untuk berapa lama euforia ini dapat bertahan?

*****

Jawabannya ternyata tergantung pada rasa syukur kami kepada-Nya.

Lain syakartum laazidannakum walain kafartum inna adzaabi lasyadid. Q.s Ibrahim: 7.